PENCABUTAN GIGI


PENCABUTAN GIGI



Pencabutan gigi merupakan suatu proses pengeluaran gigi dari tulang alveolar, dimanan pada gigi tersebut sudah tidak dapat dilakukan perawatan lagi. Pencabutan gigi juga adalah operasi bedah yang melibatkan jaringan bergerak dan jaringan lunak dari rongga mulut, akses yang dibatasi oleh bibir dan pipi, dan selanjutnya dihubungkan/disatukan oleh gerakan lidah dan rahang.
Definisi pencabutan gigi yang ideal adalah pencabutan tanpa rasa sakit satu gigi utuh atau akar gigi dengan trauma minimal terhadap jaringan pendukung gigi, sehingga bekas pencabutan dapat sembuh dengan sempurna dan tidak terdapat masalah prostetik di masa mendatang. extraksi gigi, pencabutan gigi, merupakan suatu tindakan pembedahan yang melibatkan jaringan tulang dan jaringan lunak dari rongga mulut, tindakan tersebut dibatasi oleh bibir dan pipi dan terdapat faktor yang dapat mempersulit dengan adanya gerakan dari lidah. Terdapat pula hal yang dapat membahayakan tindakan tersebut yaitu adanya hubungan antara rongga mulut dengan pharynk, larynx dan oeshophagus. Lebih lanjut daerah mulut selalu dibasahi oleh saliva dimana terdapat berbagai macam jenis mikroorganisme yang terdapat pada tubuh manusia. Tindakan pencabutan gigi merupakan tindakan yang dapat menimbulkan bahaya bagi penderita, dasar pembedahan harus dipahami, walaupun sebagian besar tindakan pencabutan gigi dapat dilakukan ditempat praktek.


2.2.2 Indikasi dan kontraindikasi eksodonsia
· Indikasi :
1. Gigi yang sudah karies dan tidak dapat diselamatkan dengan perawatan apapun.
2. Pulpitis atau gigi dengan pulpa non-vital yang harus dicabut jika perawatan endodontic tidak dapat dilakukan.
3. Periodontitis apical. Gigi posterior non-vital dengan penyakit periapikal sering harus dilakukan pencabutan.
4. Penyakit periodontal. Sebagai panduan, kehilangan setengah dari kedalaman tulang alveolar yang normal atau ekstensi poket ke bifurkasi akar gigi bagian posterior atau mobilitas yang jelas berarti pencabutan gigi tidak bias dihindari lagi.
5. Gigi pecah atau patah. Dimana garis pecah setengah mahkota dari akar.
6. Rahang pecah. Jika garis gigi peca mungkin harus dilakukan pencabutan untuk mencegah infeksi tulang.
7. Untuk perawatan ortodonsi
8. Supernumerary teeth
9. Gigi yang merusak jaringan lunak, jika pengobatan atau terapi lainnya tidak mecegah trauma atau kerusakan.
10. Salah tempat dan dampaknya. Harus dilakukan pencabutan ketika gigi menjadi karies, menyebabkan nyeri, atau kerusakan batas gigi.
11. Gigi yang tidak dapat disembuhkan dengan ilmu konservasi
12. Gigi impaksi dan gigi non erupsi (tidak semua gigi impaksi dan non erupsi dicabut)
13. Gigi utama yang tertahan apabila gigi permanen telah ada dan dalam posisi normal.
14. Persiapan radioterapi. Sebelum radiasi tumor oral, gigi yang tidak sehat membutuhkan pencabutan, atau pengangkatan untuk mereduksi paparan radiasi yang berhubungan dengan osteomelitis.
· Kontraindikasi :
1. Apabila pasien tidak menghendaki giginya dicabut
2. Pendarahan yang tidak diinginkan
3. Alergi pada anastesi local
4. Hipertensi jika pendarahan tidak terkontrol
5. Diabetes yang tidak terkontrol sangat mempengaruhi penyembuhan luka
6. Gigi yang masih dapat dirawat/dipertahnkan dengan perawatan konservasi, endodontic dan sebagainya.


3.1.1 Alat yang dibutuhkan untuk tindakan eksodonsi
Alat-alat yang berhubungan dengan pencabutan gigi, yang terdiri dari :
1. Forcep ( tang pencabutan )
Tang merupakan alat yang dipergunakan untuk melepaskan gigi dari jaringan tulang dan jaringan lunak disekitar gigi, untuk itu diperlukan tang yang ideal untuk masing-masing gigi, agar dapat meneruskan kekuatan tekanan operator ke gigi dengan baik.
Bagian-bagian dari tang ekatraksi adalah :
- beak, merupakan ujung yang mencekeram gigi geligi
- Joint/sendi/poros, merupakan pertemuan antara beak dan handle
- Handle/pegangan, merupakan bagian untuk pegangan operator
- Bentuk bayonet
Untuk pencabutan gigi molar tiga atau sisa akar gigi-gigi posterior.
Tang untuk pencabutan gigi molar rahang atas atau mahkota dibedakan atas kiri dan kanan sesuai bentuk beak. Sedangkan tang untuk gigi insisivus, kaninus dan premolar tidak dibedakan atas kanan atau kiri.


2. Elevator/pengungkit
Alat ini digunakan untuk mengungkit gigi dari alveolus. Untuk pengungkit gigi/akar dengan titik fulcrum, dimana letak fulcrum tergantung dari lokasi objek yang diungkit.
a. bagian-bagian alat pengungkit
- blade, merupakan ujung yang tajam untuk mengungkit gigi
- shank, merupakan bagian yang menghubungkan blade dan handle
- handle, merupakan bagian yang digunakan untuk pegangan


Menurut bentuknya elevator dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu :
1. straight ( lurus )
Alat ini mempunyai bentuk dimana handle, shank dan blade membentuk suatu garis lurus.
2. cross Bar
Alat ini mempunyai bentuk antara handle dan shank, membentuk sudut ≥ 90 ˚. Alat ini berpasangan mesial/distal atau kiri/kanan.
3. Angular
Alat ini mempunyai bentuk dimana blade membentuk sudut terhadap shank dan handle.


Menurut penggunaannya elevator diklasifikasikan atas :
1. elevator yang didesain untuk menyingkirkan segala gigi
2. elevator yang didesain untuk menyingkirkan akar yang fraktur setinggi gingiva line
3. elevator yang didesain untuk akar yang fraktur ½ panjang akar
4. elevator yang didedain untuk akar yang fraktur ⅓ panjang akar
5. elevator yang didesain untuk menyingkirkan mukoperiosteal sebelum penggunaan tang ekstraksi.
Beberapa tang khusus :
1. Tang trismus
2. Tang M3 Rahang Atas
3. Tang cow horn


Sumber:http://revias-dental.blogspot.com/2011/02/anastesi.html

10 TIPS MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT


10 TIPS MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT




Menurut World Health Organization (WHO), pada 2012 ada sekitar 60-90 persen penduduk sebuah negara yang mengalami gigi berlubang. Dan gigi berlubang adalah “investasi untuk penyakit-penyakit kronis,” jelas Dr. drg. Zaura Rini Anggraeni, MDS. Bagaimana menjaga gigi?


Untuk menjaga gigi dan mulut tetap sehat, beberapa hal – yang kadang terdengar remeh - perlu dilakukan. Berikut tips soal bagaimana merawat gigi Anda:

Gosoklah gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Kapan waktu yang tepat untuk menggosok gigi? Setelah makan pagi dan sebelum tidur.
Sekali dalam seminggu, berkumurlah dengan obat kumur. Ini dapat membantu mencegah terjadinya plak dan karang gigi.
Sikat gigi dengan baik dan benar, yaitu dengan menjangkau ke seluruh permukaan gigi dengan arah dari gusi ke gigi.
Berhati-hati dalam menggunakan pemutih gigi.
Pilih sikat gigi yang mempunyai bulu sikat lembut.
Kurangi konsumsi makanan yang mengandung gula seperti permen, atau makanan bertepung. Sisa-sisa makanan ini dapat melekat pada gigi.
Konsumsi buah dan sayur yang dapat membersihkan gigi seperti apel, wortel, dan seledri.
Batasi anggur merah, kopi, dan teh.
Berhenti merokok.
Lakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali secara rutin. (Bayu Maitra)

KARANG GIGI


KARANG GIGI




     Karang gigi adalah kumpulan plak yang termineralisasi yang sangat lengket di atas email gigi. berdasarkan lokasi karang gigi ada di dua tempat, yaitu disupragingiva atau permukaan gigi di atas gusi dan di subgingiva atau permukaan gigi di bawah gusi. Tempat utama munculnya karang gigi pada daerah yang sulit dibersihkan.

     Penyebab karang gigi kotoran pada gigi atau plak terbentuk akibat aktivitas bakteri yang mengubah sisa gula di atas permukaan email gigi. Plak sangat sulit dibersihkan, namun jika dibiarkan menumpuk dapat memicu gangguankesehatan mulut yang lain, Akibatnya dapat menyebabkan berbagai penyakit gusi, seperti radang gusi (gingivitis) yang ditandai dengan gusi tampak kemerahan, agak membengkak, dan sering berdarah saat menggosok gigi.

Hal ini dapat berlanjut menjadi radang jaringan penyangga gigi lainnya (periodontitis) bila tidak segera dirawat. Bila sudah tahap ini dapat menimbulkan gigi goyang karena jaringan penyangga gigi sudah rusak.

Cara menghilangkan atau membersihkan karang gigi

     Karang gigi tidak dapat hilang bila hanya dengan menggosok gigi atau berkumur dengan obat kumur. Untuk membersihkan karang gigi tidak dianjurkan untuk membersihkan sendiri, karena dikawatirkan akan memperparah keadaan gigi anda. Pembersihan karang gigi memerlukan bantuan dokter atau perawat gigi. Jika dilakukan dengan cara yang baik dan benar, pembersihan karang tidak akan merusak gigi.Yang tidak jarang terjadi adalah gigi jadi ngilu karena bagian – bagian leher gigi yang tadinya tertutup karang jadi terbuka. Gusi juga mungkin sedikit berdarah karena tepi gusi yang tertutup karang memang lebih sensitif, tapi pendarahan akan berhenti setelah karang gigi dibersihkan.

Cara Mencegah Karang Gigi

     karang gigi juga dapat dijegah agar tidak muncul pada gigi anda, dibawah ini beberapa langkah untuk mencegah karang gigi
1. Jagalah kebersihan mulut dengan cara menyikat gigi dua kali sehari, dapat mencegah pembentukan plak pada permukaan email gigi.
2. Bersihkan sisa-sisa makanan dari sela-sela gigi dengan menggunakan benang gigi (dental floss) atau sikat interdental
3. Perbanyaklah minum air putih
4. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung gula dan tepung.
5. Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala, 6 bulan sekali.

PROSES PERTUMBUHAN GIGI SUSU



PROSES PERTUMBUHAN GIGI SUSU



     Pertumbuhan gigi manusia sudah dimulai sejak bayi. Namun sebelum berubah menjadi gigi dewasa, gigi yang tumbuh pada bayi hanya terdiri atas beberapa pasang dan biasa disebut dengan gigi susu atau gigi sulung.

     Pertumbuhan gigi susu disebabkan oleh beberapa faktor seperti nutrisi, hormonal, dan faktor genetik. Gigi susu pada bayi biasanya sudah muncul sejak usia enam bulan. Namun ada juga bayi yang mengalami pertumbuhan gigi di bawah usia enam bulan, atau justru belum tumbuh hingga usia satu tahun.

Sebelum berubah menjadi gigi tetap yang berjumlah 32 buah, gigi susu akan tumbuh sejumlah 20 buah dan pertumbuhan berlangsung bertahap selama 2,5 tahun pertama. Pertumbuhan gigi susu dimulai dengan tumbuhnya dua pasang gigi seri bagian atas, dua pasang gigi seri bagian bawah, gigi geraham yang akan muncul pada usia 8-9 bulan, serta gigi taring.

     Secara lengkap, gigi susu berjumlah 10 gigi di rahang atas dan 10 gigi di rahang bawah (4 gigi seri, 2 gigi taring, dan 4 gigi geraham). Gigi geraham pada gigi susu hanya terdiri dari satu macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam. Umumnya dibedakan menjadi gigi geraham besar dan gigi geraham kecil.

     Jika bayi Anda mengalami demam, rewel, dan gusi membengkak, kemungkinan besar bayi Anda sedang mengalami pertumbuhan gigi susu. Bayi akan merasa gatal pada gusi, sehingga mereka cenderung akan menggigit setiap benda yang ada di genggamannya. Jika ini terjadi pada bayi Anda, berikanlah mainan karet lunak yang bersih dan aman untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.

     Gigi susu sifatnya hanyalah sementara. Gigi susu akan tanggal perlahan dan digantikan dengan gigi tetap. Biasanya gigi susu akan tanggal bersamaan dengan pertumbuhan gigi tetap, kecuali pada gigi geraham besar. Gigi geraham besar pertama akan tumbuh saat anak berusia 6-7 tahun. Gigi tersebut bukanlah pengganti melainkan langsung muncul di deretan belakang gigi susu atas dan bawah. Sedangkan gigi susu lainnya seperti geraham kecil, taring dan seri akan tumbuh menggantikan gigi susu sebelumnya.

     Saat anak telah berusia 6-7 tahun, mereka akan mengalami periode gigi campur. Gigi akan tumbuh tidak beraturan akibat terjadinya peralihan masa antara tanggalnya gigi susu dan tumbuhnya gigi tetap. Untuk itu penting halnya bagi para orangtua untuk memperhatikan kesehatan gigi anak pada masa ini.

     Meski akan mengalami pergantian, gigi susu sangat berfungsi bagi perkembangan setiap anak. Gigi susu membantu anak dalam proses pengucapan, membantu terjadinya proses pencernaan, serta menonjolkan unsur estetika pada wajah anak. Gigi susu juga memiliki fungsi lain yang tidak dimiliki oleh gigi tetap. Gigi susu dapat berfungsi sebagai penjaga pertumbuhan lengkung rahang sekaligus menjadi petunjuk bagi gigi tetap agar tidak tumbuh keluar dari jalurnya.

     Kebanyakan kasus gigi yang menumpuk dan tidak beraturan terjadi akibat gigi susu yang tanggal sebelum waktunya. Biasanya gigi susu yang tanggal akibat karies atau dicabut akan membuyarkan petunjuk tumbuhnya gigi tetap. Rahang bekas tanggalnya gigi susu akan menyebabkan rahang melengkung dan menyempit sehingga tidak cukup menampung gigi dalam susunan yang teratur.

     Pemantauan perkembangan gigi susu anak sebaiknya dilakukan teratur oleh orangtua. Mengajarkan anak untuk menggosok gigi secara benar dan teratur dengan sikat gigi khusus anak dapat menjadi solusi mencegahnya kerusakan gigi sejak dini. Membawa anak secara rutin ke dokter gigi dalam enam bulan sekali juga dapat membantu orangtua mengawasi pertumbuhan gigi susu anak.

PENYEBAB, GEJALA, PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN KARIES GIGI




PENYEBAB, GEJALA, PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN KARIES GIGI



Oleh : Drg. Martha Mozartha

Definisi

Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang paling sering ditemui. Penyakit ini ditandai dengan adanya kerusakan pada jaringan keras gigi itu sendiri (lubang pada gigi).

Penyebab

Keberadaan bakteri dalam mulut merupakan suatu hal yang normal. Bakteri dapat mengubah semua makanan, terutama gula, menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan ludah akan membentuk lapisan lengket yang melekat pada permukaan gigi. Lapisan lengket inilah yang disebut plak.

Plak akan terbentuk 20 menit setelah makan. Zat asam dalam plak akan menyebabkan jaringan keras gigi larut dan terjadilah karies. Bakteri yang paling berperan dalam menyebabkan karies adalah Streptococcus mutans.

Gejala

Karies ditandai dengan adanya lubang pada jaringan keras gigi, dapat berwarna coklat atau hitam.

Gigi berlubang biasanya tidak terasa sakit sampai lubang tersebut bertambah besar dan mengenai persyarafan dari gigi tersebut. Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang panas, dingin, atau manis. Bila dibiarkan, karies akan bertambah besar dan dapat mencapai kamar pulpa, yaitu rongga dalam gigi yang berisi jaringan syaraf dan pembuluh darah. Bila sudah mencapai kamar pulpa, akan terjadi proses peradangan yang menyebabkan rasa sakit yang berdenyut. Lama kelamaan, infeksi bakteri dapat menyebabkan kematian jaringan dalam kamar pulpa dan infeksi dapat menjalar ke jaringan tulang penyangga gigi, sehingga dapat terjadi abses.



Pemeriksaan

Pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter gigi adalah pemeriksaan klinis, disertai dengan pemeriksaan radiografik bila dibutuhkan, tes sensitivitas pada gigi yang dicurigai sudah mengalami nekrosis, dan tes perkusi untuk melihat apakah infeksi sudah mencapai jaringan penyangga gigi.

Pencegahan
1. Sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
3. Hindari makanan yang terlalu manis dan lengket, juga kurangi minum minuman yang manis seperti soda.
4. Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.
5. Perhatikan diet pada ibu hamil dan pastikan kelengkapan asupan nutrisi, karena pembentukan benih gigi dimulai pada awal trimester kedua.
6. Penggunaan fluoride baik secara lokal maupun sistemik.

Penatalaksanaan

Biasanya perawatan yang diberikan adalah pembersihan jaringan gigi yang terkena karies dan penambalan (restorasi). Bahan tambal yang digunakan dapat bermacam-macam, misalnya resin komposit (penambalan dengan sinar dan bahannya sewarna gigi), glass ionomer cement, kompomer, atau amalgam (sudah mulai jarang digunakan).

Pada lubang gigi yang besar dibutuhkan restorasi yang lebih kuat, biasanya digunakan inlay atau onlay, bahkan mungkin mahkota tiruan. Pada karies yang sudah mengenai jaringan pulpa, perlu dilakukan perawatan saluran syaraf. Bila kerusakan sudah terlalu luas dan gigi tidak dapat diperbaiki lagi, maka harus dilakukan pencabutan.

Sumber: http://gigi.klikdokter.com/subpage.php?id=2&sub=30
http://hanifatunnisaa.wordpress.com/2012/07/12/penyebab-gejala-pencegahan-dan-pengobatan-karies-gigi/




 

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Popular Posts

kursors

Blogger Tricks

Blogger templates

Link teman